RSS

Indahnya Persahabatan

Thanks GOD'...I found u as my friend.... Indahnya Persahabatan Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya ...

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.

Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

** Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri **

"Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita"

Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda ??

Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai ??

Siapa yang ingin bersama anda saat anda tak bisa memberikan apa-apa ??

MEREKALAH SAHABAT ANDA

Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.

sumber:http://indonesia.heartnsouls.com/cerita/g/c681.shtml

Bercermin Diri

Tatkala kudatangi sebuah cermin
Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat
Namun aneh , sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat

Tatkala kutatap wajah , hatiku bertanya . Apakah wajah ini yang kelak akan
bercahaya bersinar indah di surga sana ?
Ataukah wajah ini yang kelak akan hangus legam di neraka Jahannam

Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya
Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan….
Menatap Allah , menatap Rasulullah , menatap kekasih-kekasih Allah kelak ?
Ataukah mata ini yang terbeliak , melotot , menganga , terburai menatap
Neraka Jahannam.

Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan ?
Wahai mata , apa gerangan yang kau tatap selama ini ?

Tatkala kutatap mulut , apakah mulut ini yang kelak akan mendesah penuh
kerinduan .. Mengucap laa ilaaha ilallah saat malaikat maut datang
menjemput ?

Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur , dengan lengking
jeritan pilu yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengar.

Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah zaqum jahannam ..yang getir
penghangus , penghancur setiap usus.

Apakah gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang ?
Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan ?

Berapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang
mengiris tajam

Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu
yang engkau ucapkan untuk menipu ?

Betapa jarang engkau jujur.
Betapa langkanya engkau syahdu memohon agar Tuhan mengampunimu.

Tatkala kutatap tubuhku.
Apakah tubuh ini kelak yang akan penuh cahaya …
Bersinar , bersukacita , bercengkrama di surga ?
Atau tubuh ini yang akan tercabik-cabik hancur, mendidih, di dalam lahar
membara jahannam, terpasung tanpa ampun, derita yang tak pernah berakhir

Wahai tubuh , berapa banyak maksiat yang engkau lakukan ?
Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu ?
Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau
tindas dengan kekuatanmu ?
Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan tanpa peduli
padahal engkau mampu ?
Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas ?

Ketika kutatap hai tubuh
Seperti apa gerangan isi hatimu
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu
Atau sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu
Apakah hatimu segagah ototmu
Atau selemah daun-daun yang mudah rontok
Ataukah hatimu seindah penampilanmu
Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu

Betapa beda ..betapa beda …apa yang tampak di cermin
dengan apa yang tersembunyi
Betapa beda apa yang tampak di cermin dan apa yang tersembunyi

Aku telah tertipu , aku tertipu oleh topeng
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah topeng belaka
Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng
Betapa yang indah ternyata hanyalah topeng..

Sedangkan aku … hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus
Aku tertipu , aku malu ya Allah
Allah ..selamatkan aku..Amin ya Rabbal ‘alamin

Abdullah Gymnastiar

sumber: http://rizaldp.wordpress.com/page/3/

Mencintai Yang Tidak Sempurna Dengan Cara Yang Sempurna



Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan. Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala

kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.

Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan.

Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita.Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa,

Ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat :

"Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat

semuanya berhasil" Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin

ada seseorang. Yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu"

Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak...

Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan.

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna

sumber: http://indonesia.heartnsouls.com/cerita/m/c1216.shtml

First Love Never Die

Kenapa bisa ada kalimat itu? Apakah karena cinta pertama sangat indah? Lebih indah dari cinta-cinta selanjutnya? Apa cinta terakhir sudah tak indah lagi? Jawabannya adalah, karena cinta pertama adalah cinta paling murni dalam sejarah perjalanan lelaki dan perempuan.

Cinta pertama bukan pacar pertama. Firts love adalah saat kita jatuh cinta pertama kali pada seseorang. Biasanya pada usia belia. Bisa 10 , 12, 13 bahkan 8 tahun! Pada usia sehijau itu, kita bahkan tidak tahu apa itu cinta yang sesungghnya atau bukan. Yang jelas kita kasmaran pada seseorang. Tak bisa tidur. Lagu First Love-nya Nikka Costa sangat mewakili perasaan itu. "Everyone can see...there's a change in me...bla bla bla".

Di usia sebelia itu, bayangan kita tentang cinta sangatlah indah dan mulia. Tidak ada bumbu seks. Boro-boro deh!. Tepat sekali kalau diibaratkan cinta masa itu sebagai domba yang cute dan innocent. Lembut, polos, kekanakan dan menggemaskan. Bebas dari dosa. Sungguh definisi cinta dalam arti paling murni.

Seiring waktu, usia tambah dewasa. Cinta pertama terlupakan sejenak. Menyusul cinta kedua, ketiga, kesebelas..ke sekian puluh...ke seratus..dan seterusnya. Kian angka itu bertambah, kian jauh dari gambaran indah. Ada seks, nafsu, obsesi materi, dan sejenisnya.

Kalau 1st love adalah domba yang imut, maka semua hal buruk-buruk yang menyelingi cinta berikut-berikutnya adalah serigala. Katakanlah seks itu serigala. Maka sekarang, di usia yang tak lagi belia, maka yang beredar adalah serigala berbulu domba. Tambah sulit saja mengenali mana domba sejati. Bahkan mungkin tidak ada lagi.

Itulah mengapa dikatakan first love never die. Sebab memang 1st love adalah cinta paling agung dalam hubungan lelaki-perempuan. Tidak ada nafsu seks, obsesi kecantikan, ketampanan, kekayaan dan sebagainya. Dan kini yang kita jumpai dimana-mana adalah serigala berbulu domba. Sungguh ironis.

sumber: http://indonesia.heartnsouls.com/cerita/p/c1532.shtml

Atas Nama Cinta

Pernahkah anda berpacaran? Untuk pertanyaan ini, saya yakin mayoritas akan menjawab pernah. Karena melalui pacaran itulah kita mencoba untuk menjajagi dan mengenali pasangan kita masing-masing. Tapi benarkah pacaran itu memang efektif sebagai mediasi untuk memahami segala sesuatu tentang calon pasangan hidup kita? Kalau memang efektif, kenapa masih banyak pasangan suami isteri yang memutuskan untuk bercerai setelah sekian tahun menikah meskipun sebelumnya sudah diawali dengan pacaran?

Seperti tulisan saya sebelumnya "Let's talk about love : Cinta..., cinta?", saya akan mencoba untuk sedikit mengupas mengenai pacaran ini berdasarkan pengalaman, pemikiran dan persepsi pribadi saya. Bukan berdasarkan pemikiran para filosof dan psikolog atau mengutip buku-buku mereka. Sehingga apapun yang akan saya sampaikan nantinya masih sangat debatable.

Pacaran, dalam persepsi saya, ternyata tidak dibutuhkan sama sekali. Pacaran bagi saya tidak ada manfaatnya dan hanya menghabiskan energi saja. Karena perhatian, konsentrasi, waktu, bahkan uang kita akan habis tersedot selama proses berpacaran yang kita lakukan atas nama cinta tersebut. Apabila dihitung-hitung dan ditimbang-timbang, ternyata pacaran tidak terlalu banyak membawa kebaikan, malah sangat banyak membawa keburukan bagi kita. Uraian dibawah akan menyajikan beberapa argumentasi yang mendasari premis saya itu.

Alasan pertama yang membuat saya tidak setuju dengan konsep pacaran adalah karena bagi saya cinta itu tidak ada dan tidak nyata. Yang ada di dunia ini adalah hukum sebab akibat yang termaterialkan dalam bentuk pamrih atau motif. Baik pamrih positif maupun pamrih negatif. Cinta sejati hanya ada tiga yaitu cinta antara Allah kepada manusia, cinta Rasulullah kepada umatnya dan cinta orang tua (terutama ibu) kepada anaknya.

Alasan kedua adalah karena dalam berpacaran akan muncul keinginan untuk saling memiliki. Hasrat inilah yang dijadikan sebagai pembenaran untuk mengatur hidup pacar masing-masing. Padahal sebenarnya mereka belum punya hak sama sekali untuk melakukan itu. Yang memiliki hak mengatur hidup seseorang hanyalah orang tuanya selama si anak belum menikah. Karena orang tualah yang membiayai seluruh kebutuhan hidupnya. Baru melalui prosesi nikah yang sah, sang suami atau isteri memperoleh hak untuk mengatur hidup pasangannya masing-masing berdasarkan kesepakatan bersama.

Saya sendiri berencana apabila anak saya sudah besar nanti, saya akan melarang dia untuk berpacaran. Boleh saja berteman dekat, tapi jangan sampai menyatakan cinta dan bersedia menjadi pacar seseorang. Jauh lebih baik mempunyai banyak teman dekat daripada memiliki satu orang pacar. Semakin banyak teman berarti semakin banyak silaturahmi. Semakin banyak melakukan silaturahmi biasanya semakin banyak rejekinya. Saya akan bilang ke anak saya nanti : "Jangan takut disebut sebagai playgirl atau playboy. Karena sebutan itu menunjukkan ketidakmampuan mereka melemahkan prinsipmu untuk tidak berpacaran. Apabila ada yang terus menerus menyebutmu seperti itu dan kamu tidak terima, jangan kuatir karena ada bapak yang selalu ada di depanmu untuk membelamu." :-)

Alasan ketiga adalah karena apabila dua orang yang berpacaran sedang bertengkar, maka seluruh energi mereka akan habis tersedot untuk menyelesaikan pertengkarannya. Padahal pertengkaran atas nama cinta itu benar-benar tidak cukup berharga untuk diberikan perhatian lebih. It's not worhty enough jack, really... Sangat tidak layak apabila air mata dikeluarkan hanya sekedar karena cinta belaka. Lebih baik apabila energi itu disalurkan untuk melakukan pengembangan diri atau untuk menyenangkan diri sendiri. Masih banyak hal penting lain yang jauh lebih layak dikerjakan dibandingkan membiarkan energi kita habis untuk sesuatu yang dinamakan cinta.

Alasan keempat adalah karena berpacaran akan memunculkan suasana yang tidak sehat bagi kita. Menurut Harry dalam film "When Harry Met Sally', bohong apabila seorang laki-laki berkawan dengan perempuan tanpa ada pamrih apapun. Jadi tidak akan ada relasi adik-kakak dalam hubungan antara cewek-cowok. Yang ada adalah interest, termasuk di dalamnya adalah nafsu syahwat. Nah, nafsu inilah yang berbahaya. Dalam sepanjang sejarah peradaban manusia, pertumpahan darah terjadi seringkali disebabkan oleh urusan bagian bawah perut ini. Kisah perkelahian antara Habil dan Qabil dalam Islam diakibatkan oleh nafsu syahwat. Demikian juga di jaman Romawi dulu, Troya runtuh tidak jauh-jauh dari urusan bawah perut. Troya hancur karena memperebutkan perempuan bernama Helen. Sehingga dikenal-lah Helen of Troy.

Sayang sekali apabila terjadi kehamilan akibat hubungan seksual pra nikah. Karena belum siap untuk menikah dan merawat anak, akhirnya kandungan diaborsi. Baru saja saya selesai melihat tayangan tentang proses aborsi. Dalam tayangan itu diperlihatkan bagaimana bayi-bayi itu bergerak-gerak ketakutan dan merasa sakit saat alat penghancur memasuki rahim, yang terekspresikan melalui peningkatan intensitas detak jantung bayi. Miris hati saya melihat tayangan itu, how dare did they do that stupid thing?

Empat hal itu sudah cukup bagi saya untuk mengatakan bahwa pacaran jauh lebih banyak membawa keburukan daripada kebaikan. Pacaran tidak menjamin kita mampu memahami pasangan sepenuhnya. Buktinya banyak yang menghabiskan sekian tahun untuk pacaran dengan alasan agar lebih saling mengenal, setelah setahun menikah langsung bercerai.

Maka apabila membutuhkan waktu untuk mengenal calon suami atau isterinya, tidak berarti harus melalui metode berpacaran. Karena ternyata proses memahami dan mengerti pasangan masing-masing akan berlangsung seumur hidup sampai mati.

Atas nama cinta? Enggak deh...
sumber: http://indonesia.heartnsouls.com/cerita/l/c1115.shtml